Kau korbankan kebahagiaanmu dan
Kau ciptakan kebohongan
Kau hancurkan keinginanmu dan
Kau simpan kekecewaanmu
Hanya demi kehormatan dan
Mempertahankan single word
Naif sekali dan Sungguh munafik.
Air mata ini tak lagi punya tempat tinggal
Dia keluar karena kebiadaban dan keangkuhannya
Malam kian larut
Bunyi jangkrik tak lagi menghiasi indahnya malam
Dan air mata kebingungan kemana dan dimana ia akan berteduh
Gerimis kecil mulai menyapa dan
Angin melambaikan tangannya
Air mata terus mengalir lantaran
Melihat cahaya menakutkan di ujung jembatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar