Budaya membaca masyarakat indonesia memang masih cukup memprihatinkan. Padahal, salah satu kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada tumbuh suburnya budaya membaca dikalangan masyarakatnya. Pada negara-negara yang telah maju, budaya membaca telah tertanam dengan kokoh. Orang membaca dapat dengan mudah ditemukan di bandara, stasiun, terminal maupun tempat-tempat umum lainnya. Sementara di indonesia, fenomena semacam ini nampaknya masih terlalu idealis dan elitis. Persoalan rendahnya minat baca masyarakat indonesiamemang telah menjadi perbincangan dan keprihatinan sejak lama. Dengan kondisi minat baca yang rendah, nampaknya terlalu berat bagi bangsa indonesia untul berkompetisi dengan bangsa lain. Kompetisi global membutuhkan kualitas SDM yang kompatibel. Dan SDM semacam ini hanya akan tercipta dalam masyarakat yang memiliki tradisi membaca yang kokoh.
Berkaitan dengan kondisi semacam ini, berbagai usaha untuk memnumbuhkan minat baca pun di lakukan. Mulai dari menyediakan anggaran buku murah, kampanye lewat berbagai media hingga seminar ataupun pelatihan. Namun fakta menunjukkan bahwa sampai saat ini belum banyak perubahan signifikan dalam hal minat baca. Kondisinya masih cukup jauh dari harapan. Rasanya masih terlalu jauh untuk mengkomparasikan minat baca masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara lain. Akar penyebab rendahnya minat baca memang cukup kompleks. Ada beragam faktor yang saling berkaitan yang sulit untuk di urai satu per satu. Mulai dari mahalnya harga buku, derasnya arus globalisasi hingga tidak ditumbuhkannya minat dan kesadaran akan makna penting membaca dalam dunia pendidikan dan dalam keluarga. Semuanya saling berkaitan dan menjadi faktor penghambat rendahnya minat baca di masyarakat.
Berkaitan dengan usaha meningkatkan minat baca, maka akar solusinya bisa di lacak dari komunitas yang paling dasar, yaitu keluarga. Oleh karena itu, hal esensial yang menjadi dasar bagi tumbuhnya minat baca berasal dari lingkungan keluarga dan pendidikan. Pada kedua lingkungan inilah seharusnya ditanamkan kesadaran dan minat membaca. Disini, anak-anak di bangun spiritnya mengenai arti dan makna penting membaca dalam kehidupan. Membaca bukan sebuah kegiatan yang sia-sia tanpa manfaat, tetapi mengundang manfaat luar biasa. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa membaca merupakan sebuah usaha “pemberdayaan diri”. Dengan membaca, orang akan mampu mewujudkan segenap idealitas hidupnya. Mungkin pendidikan formal seseorang tidak terlalu tinggi, tetapi bisa jadi dia akan memiliki wawasan, pengetahuan, dan kemampuan yang melebihi mereka yang menempuh pendidikan formal tertinggi sekalipun. Hal ini sangat mungkin terjadi bila seseorang memiliki tradisi membaca yang kuat.
Bagi pembaca sejati, bacaan akan menjadi referensi terhadap pemikiran dan prilakunya sehari-hari. Bacaan juga dapat menjadi inspirasi untuk menjadi orang sukses. Jika membaca telah menjadi bagian dari keseharian dan kesadaran anak-anak, ke depan mereka akan mampu mengkonstruksi idealitas masa depannya. Lebih dari itu, membaca juga bermakna peningkatan kualitas dan kapasitas diri. Membaca dapat mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang besar dan luar biasa. Tradisi membaca yang baik akan mampu mengantarkan seseorang denga khazanah pengetahuan yang melampaui perolehannya di pendidikan formal sekalipun.[]
