Malam tak pernah tahu akan keberadaanku
Siksa terus ku rasakan, delima selalu merajut arti setiap saat
Ku tak bisa mencari kebenaran sendiri
Ku terlalu pecundang dengan diriku
Akan tetapi nurani tak pernah ku bohongi
Malam menuju perjalanan pulang
Sementara ku tersungkur di atas lamunan sejadah kelabu
Selamat tinggal malamku, selamat bertempur dengan keabadian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar