Cintaku jauh di pulau
Gadis manis sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
Di leher kukalungkan oleh-oleh buat si pacar
Angin membantu, laut terang, tapi terasa
Aku tidakkan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata
“Tunjukkan perahu ke pangkuanku saja”.
Amboi....!! jalan sudah bertahun ku tempuh
Perahu yang bernama ‘kan merapuh !!!!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku ?
Manisku jauh di pulau,
Kalau ku mati dia iseng sendiri.
(Chairil Anwar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar