Minggu, 27 Februari 2011

Ombak Yang Membisu

Cinta laksana ombak yang tak peduli dengan keadaan
Ombak yang tidak pernah tahu dengan pasirnya
Karang yang tidak pernah akan pantai
Dan laut yang tak peduli dengan ikan-ikannya
Tatkala hati mulai menemukan serpihannya
Segala rasa jadi pudar dan berbunga-bunga
Harta, tahta, pangkat, dan keyakinan dipertaruhkan
Hanya untuk menemukan setetes air dari kegelapan
Kertas putih dengan warna hitam pekat
Selalu datang mengukir ribuan kenangan didalamnya
Lentera terang tak berarti apa-apa di sekitarnya
Sinar cerah memantul dari cahaya kegelapan
Laksana matahari  tenggelam dibawa fajar
Dimanakah engkau bersandar, berbaring, bercerita,
dan berdusta pada kegelapan
Karena engkau adalah suara tangisan dari keramaian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar